Sabtu, 07 Juni 2014

Makalah aliran-aliran filsafat

Tugas terstruktur
FILSAFAT PENDIDIKAN
Dosen pengampu : Ridwan M.pd
Disusun oleh:
Edi Juandi apriadi
Nim 120306365
Kelas C3
Prodi PGSD
 
 
 
 
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) PERSADA KHATULISTIWA SINTANG
TAHUN 2014/2015
 
 
A.    Pandangan Aliran Filsafat Idelisme Terhadap Nilai-Nilai Dan Pendidikan
            Nilai-nilai Yang Terpenting Dari Ajaran Ini Adalah Manusia Menganggap Roh Atau Sukma Lebih Berharga Dan Lebih Tinggi Dibandingkan Dengan Materi Bagi Kehidupan Manusia. Roh Itu Pada Dasarnya Dianggap Suatu Hakikat Yang Sebenarnya, Sehingga Benda Atau Materi Disebut Sebagai Penjelmaan Dari Roh Atau Sukma. Dan terhadap pendidikan Mewujudkan Cita-Cita, Di Mana Manusia Berpikir Bahwa Sumber Pengetahuan Terletak Pada Kenyataan Rohani Sehingga Kepuasaan Hanya Bisa Dicapai Dan Dirasakan Dengan Memiliki Nilai-Nilai Kerohanian Yang Dalam Idealisme Disebut Dengan Idea.
B.     Pandangan Aliran Filsafat Realisme Terhadap Nilai-Nilai Dan Pendidikan
            Dalam Pemikiran Filsafat, Realisme Berpandangan terhadap nilai Bahwa Kenyataan Tidaklah Terbatas Pada Pengalaman Inderawi Ataupun Gagasan Yang Tebangun Dari Dalam. Dengan Demikian Realisme Dapat Dikatakan Sebagai Bentuk Penolakan Terhadap Gagasan Ekstrim Idealisme Dan Empirisme.
            Dalam Hubungannya Dengan Pendidikan, Pendidikan Harus Universal, Seragam, Dimulai Sejak Pendidikan Yang Paling Rendah, Dan Merupakan Suatu Kewajiban. Menurut Power (1982), Implikasi Filsafat Pendidikan Realisme Adalah Sebagai Berikut: (1) Tujuan: Penyesuaian Hidup Dan Tanggung Jawab Sosial;
C. Pandangan Aliran Filsafat Rasionalisme Terhadap Nilai-Nilai Dan Pendidikan
Pandangan terhadap nilai-nilai, Rasionalisme Merupakan Aliran Filsafat Yang Sangat Mementingkan Rasio. Dalam Rasio Terdapat Ide-Ide Dan Dengan Itu Orang Dapat Membangun Suatu Ilmu Pengetahuan Tanpa Menghiraukan Realitas Di Luar Rasio. Sedangkan terhadap pendidikan, Dari Pengamatan Inderawi. Hanya Pengetahuan Yang Diperoleh Melalui Akal Yang Memenuhi Syarat Semua Pengetahuan Ilmiah. Pengalaman Hanya Dipakai Untuk Mempertegas Pengetahuan Yang Diperoleh Akal. Akal Tidak Memerlukan Pengalaman. Akal Dapat Menurunkan Kebenaran Dari Dirinya Sendiri, Yaitu Atas Dasar Asas-Asas Pertama Yang Pasti.
D. Pandangan Aliran Filsafat Pragmatisme Terhadap Nilai-Nilai Dan Pendidikan
            Pandangan Pragmatisme Terhadap Nilai-Nilai Adalah Kenyataan Yang Tidak Tetap Dan Terus Berubah. Menurut Dewey Pandangan Aliran Pragmatisme Terhadap Pendidikan Adalah, Anak-Anak Belajar Lebih Banyak Dan Lebih Cepat Ketika Guru Mendorong Rasa Keingintahuan Alami Mereka, Bukan Menjadikan Mereka Sebagai Subjek Yang Kaku Dan Berdisiplin Dengan Cara-Cara Memberikan Hukuman Secara Tradisional Seperti Dalam Pendidikan Abad Ke-19 Pada Umumnya.
E. Pandangan Aliran Naturalisme Terhadap Nilai-Nilai Dan Pendidikan
            Naturalisme Mempunyai Pandangan terhadap nilai-nilai, Bahwa Setiap Anak Yang Lahir Di Dunia Mempunyai Pembawaan Baik, Namun Pembawaan Tersebut Akan Menjadi Rusak Karena Pengaruh Lingkungan, Sehingga Aliran Naturalisme Sering Disebut Negativisme.
            Pemikiran Aliran Filsafat Naturalisme Di Bidang Pendidikan Adalah Pentingnya Pendidikan Itu Sesuai Dengan Perkembangan Alam. Manusia Diciptakan Dan Ditempatkan Di Atas Semua Makhluk, Karena Kemampuannya Dalam Berfikir.
F. Pandangan Aliran Filsafat Progresivisme Terhadap Nilai-Nilai Dan Pendidikan
            Progresivisme Aliran Ini Berpendapat terhadap nilai-nilai Bahwa Pengetahuan Yang Benar Pada Masa Kini Mungkin Tidak Benar Di Masamendatang.
            Aliran Filsafat Progresivisme Menganggap Pendidikan Adalah Pendidikan Yang Bercorak Otoriter Ini Dapat Diperkirakan Mempunyai Kesulitan Untuk Mencapai Tujuan, Karena Kurang Menghargai Dan Memberikan Tempat Semestinya Kepada Kemampuan-Kemampuan Tersebut Dalam Proses Pendidikan..
G. Pandangan Aliran Filsafat Perenialisme Terhadap Nilai-Nilai Dan Pendidikan
            Perenialisme Merupakan Suatu Aliran Dalam Pendidikan Yang Lahir Pada Abad Kedua Puluh dan pandangannya terhadap nilai-nilai ialah. Perenialisme Berasal Dari Kata Perennial Yang Berarti Abadi, Kekal Atau Selalu. Sedangkan terhadap pendidikan Perenialisme Memandang Situasi Dunia Dewasa Ini Penuh Kekacauan , Ketidakpastian ,Terutama Dalam Kehidupan Moral , Intelektual , Dan Sosikultural.

Kamis, 05 Juni 2014

Sejarah singkat arsenal

Arsenal Football Club (dikenal pula sebagai Arsenal atau The Gunners) adalah klub profesional Inggris yang berbasis di daerah London Utara, London. Klub ini kini bermain di Liga Utama Inggris. Salah satu klub paling sukses di sepak bola Inggris, telah memenangkan 13 Divisi Pertama dan 3 gelar Liga Premier dan 10 Piala FA. Arsenal memegang rekor untuk periode terpanjang di atas klasemen Liga Inggris dan ditempatkan pertama dalam liga agregat dari seluruh abad ke-20.[2] Ini adalah bagian kedua untuk menyelesaikan musim tidak pernah terkalahkan (di musim 2003–04) dan satu-satunya untuk melakukannya di 38 pertandingan.
Arsenal didirikan pada 1886 di Woolwich dan pada tahun 1893 menjadi klub pertama dari selatan Inggris untuk bergabung dengan Football League. Pada tahun 1913, hal itu bergerak ke utara melintasi kota Stadion Arsenal di Highbury. Pada 1930, klub memenangkan lima gelar Liga Championship dan dua Piala FA. Setelah periode bersandar pada tahun-tahun pasca-perang itu memenangkan Liga dan Piala FA ganda, di musim 1970-71, dan pada 1990-an dan dekade pertama abad ke-21 memenangkan dua gelar ganda dan mencapai Final Liga Champions UEFA 2006.
Arsenal memiliki persaingan lama dengan tetangga London Utara Tottenham Hotspur, dengan kontes derby London Utara. Arsenal adalah klub keempat asosiasi sepak bola paling berharga di dunia pada tahun 2013, senilai lebih dari $13 miliar