Tugas terstruktur
FILSAFAT PENDIDIKAN
Dosen
pengampu : Ridwan M.pd
Disusun
oleh:
Edi
Juandi apriadi
Nim
120306365
Kelas
C3
Prodi
PGSD
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
(STKIP) PERSADA KHATULISTIWA
SINTANG
TAHUN 2014/2015
A.
Pandangan
Aliran Filsafat Idelisme Terhadap Nilai-Nilai Dan Pendidikan
Nilai-nilai
Yang Terpenting Dari Ajaran Ini Adalah Manusia Menganggap Roh Atau Sukma Lebih
Berharga Dan Lebih Tinggi Dibandingkan Dengan Materi Bagi Kehidupan Manusia.
Roh Itu Pada Dasarnya Dianggap Suatu Hakikat Yang Sebenarnya, Sehingga Benda
Atau Materi Disebut Sebagai Penjelmaan Dari Roh Atau Sukma. Dan terhadap
pendidikan Mewujudkan Cita-Cita, Di Mana Manusia Berpikir Bahwa Sumber
Pengetahuan Terletak Pada Kenyataan Rohani Sehingga Kepuasaan Hanya Bisa
Dicapai Dan Dirasakan Dengan Memiliki Nilai-Nilai Kerohanian Yang Dalam
Idealisme Disebut Dengan Idea.
B.
Pandangan
Aliran Filsafat Realisme Terhadap Nilai-Nilai Dan Pendidikan
Dalam
Pemikiran Filsafat, Realisme Berpandangan terhadap nilai Bahwa Kenyataan
Tidaklah Terbatas Pada Pengalaman Inderawi Ataupun Gagasan Yang Tebangun Dari
Dalam. Dengan Demikian Realisme Dapat Dikatakan Sebagai Bentuk Penolakan
Terhadap Gagasan Ekstrim Idealisme Dan Empirisme.
Dalam Hubungannya Dengan Pendidikan, Pendidikan Harus
Universal, Seragam, Dimulai Sejak Pendidikan Yang Paling Rendah, Dan Merupakan
Suatu Kewajiban. Menurut Power (1982), Implikasi Filsafat Pendidikan Realisme
Adalah Sebagai Berikut: (1) Tujuan: Penyesuaian Hidup Dan Tanggung Jawab
Sosial;
C. Pandangan Aliran Filsafat Rasionalisme Terhadap Nilai-Nilai Dan
Pendidikan
Pandangan terhadap nilai-nilai,
Rasionalisme Merupakan Aliran Filsafat Yang Sangat Mementingkan Rasio. Dalam
Rasio Terdapat Ide-Ide Dan Dengan Itu Orang Dapat Membangun Suatu Ilmu
Pengetahuan Tanpa Menghiraukan Realitas Di Luar Rasio. Sedangkan terhadap
pendidikan, Dari Pengamatan Inderawi. Hanya Pengetahuan Yang Diperoleh Melalui
Akal Yang Memenuhi Syarat Semua Pengetahuan Ilmiah. Pengalaman Hanya Dipakai
Untuk Mempertegas Pengetahuan Yang Diperoleh Akal. Akal Tidak Memerlukan
Pengalaman. Akal Dapat Menurunkan Kebenaran Dari Dirinya Sendiri, Yaitu Atas
Dasar Asas-Asas Pertama Yang Pasti.
D. Pandangan Aliran Filsafat Pragmatisme Terhadap Nilai-Nilai Dan
Pendidikan
Pandangan
Pragmatisme Terhadap Nilai-Nilai Adalah Kenyataan Yang Tidak Tetap Dan Terus
Berubah. Menurut Dewey Pandangan Aliran Pragmatisme Terhadap Pendidikan Adalah,
Anak-Anak Belajar Lebih Banyak Dan Lebih Cepat Ketika Guru Mendorong Rasa
Keingintahuan Alami Mereka, Bukan Menjadikan Mereka Sebagai Subjek Yang Kaku
Dan Berdisiplin Dengan Cara-Cara Memberikan Hukuman Secara Tradisional Seperti
Dalam Pendidikan Abad Ke-19 Pada Umumnya.
E. Pandangan Aliran
Naturalisme Terhadap Nilai-Nilai Dan Pendidikan
Naturalisme
Mempunyai Pandangan terhadap nilai-nilai, Bahwa Setiap Anak Yang Lahir Di Dunia
Mempunyai Pembawaan Baik, Namun Pembawaan Tersebut Akan Menjadi Rusak Karena
Pengaruh Lingkungan, Sehingga Aliran Naturalisme Sering Disebut Negativisme.
Pemikiran
Aliran Filsafat Naturalisme Di Bidang Pendidikan Adalah Pentingnya Pendidikan
Itu Sesuai Dengan Perkembangan Alam. Manusia Diciptakan Dan Ditempatkan Di Atas
Semua Makhluk, Karena Kemampuannya Dalam Berfikir.
F. Pandangan Aliran Filsafat
Progresivisme Terhadap Nilai-Nilai Dan Pendidikan
Progresivisme
Aliran Ini Berpendapat terhadap nilai-nilai Bahwa Pengetahuan Yang Benar Pada
Masa Kini Mungkin Tidak Benar Di Masamendatang.
Aliran
Filsafat Progresivisme Menganggap Pendidikan Adalah Pendidikan Yang Bercorak
Otoriter Ini Dapat Diperkirakan Mempunyai Kesulitan Untuk Mencapai Tujuan,
Karena Kurang Menghargai Dan Memberikan Tempat Semestinya Kepada
Kemampuan-Kemampuan Tersebut Dalam Proses Pendidikan..
G. Pandangan Aliran Filsafat Perenialisme Terhadap Nilai-Nilai Dan Pendidikan
Perenialisme
Merupakan Suatu Aliran Dalam Pendidikan Yang Lahir Pada Abad Kedua Puluh dan
pandangannya terhadap nilai-nilai ialah. Perenialisme Berasal Dari Kata
Perennial Yang Berarti Abadi, Kekal Atau Selalu. Sedangkan terhadap pendidikan
Perenialisme Memandang Situasi Dunia Dewasa Ini Penuh Kekacauan ,
Ketidakpastian ,Terutama Dalam Kehidupan Moral , Intelektual , Dan
Sosikultural.